BELAWAN, MATANEWSTV.ID – Tiga nelayan tradisional asal Desa Paluh Sibaji, Kabupaten Deli Serdang, berhasil diselamatkan oleh prajurit TNI Angkatan Laut setelah kapal mereka, KM El Rayyan, tenggelam akibat ditabrak kapal ikan berbendera Taiwan di perairan Selat Malaka.
Operasi penyelamatan tersebut dilakukan KRI Torani-860, unsur patroli Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) I, setelah menerima laporan keadaan darurat yang diteruskan melalui Posal Pantai Labu dan komando atas.
Berdasarkan keterangan Dinas Penerangan Kodaeral I, peristiwa bermula ketika KM El Rayyan mengalami kerusakan mesin di wilayah perbatasan perairan Indonesia-Malaysia. Dalam kondisi tersebut, kapal nelayan itu kemudian ditabrak kapal ikan tuna berbendera Taiwan, MV Ching Kuo Yu Fa Hao, hingga akhirnya tenggelam.
Merespons laporan tersebut, KRI Torani-860 segera bergerak menuju lokasi untuk melaksanakan operasi pencarian dan penyelamatan atau Search and Rescue (SAR).
Proses evakuasi berlangsung di tengah tantangan arus laut yang kuat dan kondisi perairan yang menyulitkan pemindahan korban antarkapal. Untuk memastikan keselamatan para nelayan, Komandan KRI Torani-860 mengambil langkah taktis dengan mengerahkan sekoci guna menjemput korban dari kapal asing tersebut.
Berkat kesigapan dan koordinasi prajurit di lapangan, ketiga nelayan akhirnya berhasil dievakuasi ke atas KRI Torani-860 dalam keadaan selamat.
Ketiga korban masing-masing berinisial RS (40), yang merupakan nakhoda KM El Rayyan, serta RM (19) dan S (43), yang bertugas sebagai anak buah kapal (ABK).
Setelah berhasil dievakuasi, seluruh korban menjalani pemeriksaan kesehatan di ruang medis KRI Torani-860 untuk memastikan kondisi mereka sebelum dibawa menuju pangkalan.
KRI Torani-860 kemudian bertolak menuju Dermaga Markas Komando Kodaeral I di Belawan. Kapal perang tersebut tiba dan bersandar dengan aman bersama ketiga nelayan yang telah diselamatkan.
Keberhasilan operasi ini menjadi bagian dari upaya TNI AL dalam merespons cepat berbagai insiden kecelakaan laut, khususnya di wilayah perairan Sumatera Utara dan kawasan perbatasan.
Melalui operasi tersebut, Kodaeral I menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan laut sekaligus memberikan perlindungan dan pertolongan kepada masyarakat yang menghadapi keadaan darurat di perairan.
Sumber: Dispen Kodaeral I
(AH)

















