MEDAN, MATANEWSTV.ID – Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Amal Bakti mengukuhkan 125 lulusan sarjana dalam prosesi wisuda angkatan V Tahun Akademik 2025–2026 yang berlangsung di Aula Selecta, Medan, Rabu (4/11/2026).
Wisuda melalui rapat senat terbuka tersebut diikuti lulusan dari tiga program studi, yakni Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) sebanyak 101 orang, Pendidikan Matematika 21 orang, serta Pendidikan Teknologi Informasi (PTI) sebanyak tiga orang.
Momentum ini menjadi catatan tersendiri bagi STKIP Amal Bakti karena tiga wisudawan dari Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi merupakan lulusan pertama sejak program studi tersebut dibuka.
Ketua STKIP Amal Bakti, Dr. Ahmad Calam, MA, mengatakan wisuda tahun ini mengangkat tema “Mewujudkan Lulusan Berilmu, Berakhlak Mulia dan Menebar Kemanfaatan sebagai Implementasi Indonesia Emas 2045”. Tema tersebut menjadi pesan agar para sarjana tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga menjunjung tinggi moralitas dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Menurut Ahmad Calam, keberhasilan kampus tidak hanya diukur dari jumlah lulusan, tetapi juga dari kemampuan alumninya mengimplementasikan ilmu pengetahuan di dunia kerja.
Ia mengungkapkan, sejumlah mahasiswa bahkan telah bekerja dan mengajar di berbagai sekolah sejak masih menjalani perkuliahan. Pengalaman praktik lapangan turut membuka kesempatan bagi mereka untuk melanjutkan pengabdian di lingkungan pendidikan.
“Banyak lulusan kami yang sudah bekerja dan mengajar di sekolah tempat mereka sebelumnya melaksanakan PPL. Begitu juga dengan lulusan Pendidikan Teknologi Informasi. Ini menjadi kebanggaan sekaligus bukti bahwa kompetensi lulusan STKIP Amal Bakti mendapat kepercayaan,” ujarnya.
Ahmad Calam juga menyampaikan bahwa penerimaan mahasiswa baru STKIP Amal Bakti terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Kondisi tersebut menjadi dorongan bagi institusi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan kompetensi tenaga pengajar.
Dalam rangkaian acara wisuda, pihak kampus memberikan penghargaan kepada lulusan terbaik dari Program Studi PGSD dan Pendidikan Matematika. Penghargaan Dosen Terfavorit 2026 juga diberikan kepada Dr. Fatmawati, M.Pd., dosen Program Studi PGSD.
Apresiasi khusus turut disampaikan kepada Prof. Dr. Johar Arifin Husin atas kontribusinya dalam membantu mahasiswa melalui dukungan beasiswa pendidikan.
Sementara itu, Ketua Umum Perkumpulan Amal Bakti (PAB) Sumatera Utara, Drs. Adi Wiharto, menjelaskan bahwa berdirinya STKIP Amal Bakti pada 2019 merupakan bagian dari upaya pengembangan pendidikan tinggi yang mendapat dukungan sejumlah kepala sekolah PAB di Sumatera Utara.
Ia menyebutkan, saat ini STKIP Amal Bakti memiliki lima dosen bergelar doktor serta sejumlah dosen berkualifikasi magister.
Adi Wiharto berharap para lulusan mampu mengamalkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan dan mengambil peran dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
“Saya berharap seluruh lulusan yang diwisuda hari ini dapat menjadi guru dan insan yang berilmu,” katanya.
Pesan serupa disampaikan perwakilan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang, Syamsuar Sinaga. Ia menegaskan bahwa guru memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas melalui pendidikan.
Menurutnya, guru merupakan sosok yang membuka jalan bagi masyarakat untuk keluar dari keterbatasan pengetahuan. Karena itu, peningkatan kualifikasi dan kompetensi tenaga pendidik harus terus dilakukan agar mampu menjawab tantangan zaman.
Ia juga berharap para sarjana STKIP Amal Bakti dapat berkontribusi dalam pengembangan sektor pendidikan, khususnya di Kabupaten Deli Serdang.
Prosesi wisuda tersebut turut dihadiri pengurus Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI), perwakilan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I, Dewan Pengawas PAB, Ketua Badan Pembina Harian STKIP Dr. Ir. M. Aswin, serta para orang tua wisudawan.
Pengukuhan 125 sarjana ini menjadi bagian dari perjalanan STKIP Amal Bakti dalam mencetak tenaga pendidik dan sumber daya manusia yang berkompeten. Tantangan berikutnya adalah memastikan para lulusan mampu membawa ilmu, karakter, dan pengabdian mereka ke tengah masyarakat demi kemajuan pendidikan Indonesia.
(REDAKSI)

















