Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Deli SerdangPendidikan

Dipecat Lewat WhatsApp, Guru MTs Al Wasliyah Pertanyakan Keputusan Kepala Sekolah

9
×

Dipecat Lewat WhatsApp, Guru MTs Al Wasliyah Pertanyakan Keputusan Kepala Sekolah

Sebarkan artikel ini

DELI SERDANG, MATANEWSTV.ID – Pemecatan Molly Sarbini, S.Pd., 29 tahun, guru Bahasa Inggris di MTs Al Wasliyah, Desa Pematang Johar, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang, memunculkan tanda tanya. Setelah bertahun-tahun mengabdi, Molly mengaku kehilangan pekerjaannya hanya melalui pesan WhatsApp dari Kepala Madrasah, M Sai, 54 tahun.

Tidak ada surat pemberhentian yang disebut diterimanya. Molly juga mengaku tidak pernah mendapatkan teguran atau penjelasan resmi sebelum keputusan tersebut disampaikan.

Pesan WhatsApp yang diterima Molly terbilang singkat, tetapi berdampak langsung terhadap pekerjaannya.

“Ibu nggak usah datang lagi karena pengganti telah ada. Terima kasih atas pengabdiannya,” demikian isi pesan yang disebut dikirim oleh M Sai.

Dalam pesan lainnya, Molly kembali diberitahu agar tidak masuk mengajar karena posisinya telah diisi guru pengganti.

Molly menilai keputusan tersebut tidak mencerminkan penghargaan terhadap pengabdiannya sebagai tenaga pendidik. Ia mempertanyakan alasan dan prosedur pemberhentian yang dinilainya dilakukan secara sepihak.

Persoalan ini diduga bermula ketika Molly terlibat sebagai pengawas ujian negara di taman kanak-kanak (TK), dalam kegiatan yang disebut berasal dari Kementerian dengan Universitas Padjadjaran Bandung sebagai penyedia. Namun, hubungan kegiatan tersebut dengan keputusan pemberhentian Molly masih membutuhkan penjelasan dari pihak sekolah.

Di luar persoalan pemberhentian, muncul pula dugaan adanya persoalan internal yang ikut melatarbelakangi polemik tersebut. Informasi yang berkembang menyebutkan Molly diduga mengetahui sejumlah hal mengenai aktivitas dan pengelolaan internal sekolah.

Termasuk di antaranya informasi mengenai pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Namun, dugaan tersebut belum terverifikasi dan tidak dapat dijadikan kesimpulan tanpa pemeriksaan dokumen serta keterangan pihak-pihak terkait.

Karena itu, pihak yayasan dan pengelola madrasah perlu memberikan penjelasan terbuka. Transparansi dibutuhkan untuk menjawab apakah pemberhentian Molly telah melalui mekanisme yang semestinya atau justru dilakukan berdasarkan keputusan sepihak.

Persoalan ini bukan sekadar pergantian tenaga pengajar. Ada hak pekerja, kepastian hubungan kerja, dan tata kelola lembaga pendidikan yang harus dipertanggungjawabkan.

Apalagi, lembaga pendidikan semestinya menjadi ruang yang menjunjung profesionalisme dan penghormatan terhadap tenaga pendidik. Jika pemberhentian dilakukan tanpa prosedur dan penjelasan yang jelas, hal itu berpotensi menimbulkan persoalan yang lebih luas.

Wartawan telah berupaya meminta konfirmasi kepada Kepala MTs Al Wasliyah, M Sai, melalui komunikasi telepon dan pesan WhatsApp. Namun, hingga berita ini disusun, yang bersangkutan belum memberikan jawaban.

Pihak sekolah maupun yayasan diharapkan memberikan klarifikasi mengenai dasar pemberhentian Molly, termasuk mekanisme yang digunakan dalam mengambil keputusan tersebut. Hak jawab dan klarifikasi tetap terbuka agar persoalan ini dapat diberitakan secara berimbang.

(RED)

Dukung Jurnalisme Mata News TV

Dalam segala situasi, Matanewstv.id berkomitmen menghadirkan fakta jernih langsung dari lapangan. Dukungan Anda membantu jurnalisme tetap independen dan terpercaya.

Berikan Apresiasi Sekarang
Baca juga   Sindikat Investasi Bodong Trading Rugikan Masyarakat, Korban Tuntut Polisi Usut Tuntas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *