KOTAPINANG, MATANEWSTV.com – Pelaksanaan Funny Run Labuhanbatu Selatan (Labusel) 2026 menuai keluhan dari sejumlah peserta. Ajang lari yang semula direncanakan menempuh jarak 7 kilometer (7K) berubah menjadi 5 kilometer (5K) pada hari pelaksanaan. Selain perubahan jarak, kekurangan 61 medali juga menjadi sorotan dan memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan paniti.
Kegiatan yang diselenggarakan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Labuhanbatu Selatan itu mengusung tema “Sehat Bersama, Labusel Pasti Maju” dan diikuti 419 peserta dari kategori umum dan pelajar.
Bupati Labuhanbatu Selatan, Fery Sahputra Simatupang, secara resmi melepas peserta di gerbang masuk kawasan Santun Berkata Bijak Berkarya (SBBK), Jalan Bukit, Lingkungan Simaninggir, Kotapinang, Minggu (11/10/2026).
Namun, di balik semangat olahraga dan kebersamaan yang diusung, pelaksanaan kegiatan tersebut menyisakan sejumlah persoalan. Perubahan jarak tempuh dan kekurangan medali menjadi keluhan peserta yang berharap penyelenggaraan berjalan sesuai informasi dan ketentuan awal.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kekurangan 61 medali menjadi salah satu persoalan yang mencuat. Sejumlah peserta mengaku kecewa karena tidak seluruh peserta yang terdaftar memperoleh medali sebagaimana yang mereka pahami dari informasi awal kegiatan.
Dalam penyelenggaraan lomba lari, pemberian medali memang bergantung pada ketentuan yang ditetapkan panitia. Namun, kejelasan mengenai siapa yang berhak menerima medali dan bagaimana mekanisme pembagiannya perlu disampaikan sejak awal agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Persoalan tersebut juga memunculkan evaluasi terhadap perencanaan teknis, pendataan peserta, distribusi perlengkapan, serta koordinasi panitia sebelum kegiatan digelar.
Prajurit Yonif TP 956/SBA Dominasi Podium
Di tengah keluhan peserta, persaingan kategori umum justru didominasi prajurit Kompi Yonif TP 956/SBA Labuhanbatu. Tiga prajurit dari kesatuan tersebut berhasil menempati posisi juara pertama hingga ketiga.
Prada Horas meraih juara pertama, disusul Prada Alex sebagai juara kedua dan Prada Manullang di posisi ketiga.
Horas mengatakan, dirinya bersama rekan-rekannya memang memiliki hobi berlari dan kerap mengikuti kegiatan lari jarak 5K maupun 10K apabila mendapat izin dari komandan.
“Intinya, kami cinta dengan olahraga apa pun, termasuk lari,” kata Horas kepada media.
Ketua BKPRMI Akui Kekurangan Panitia
Ketua BKPRMI Labusel, Efrin Tanjung, menyampaikan permohonan maaf atas sejumlah kekurangan dalam pelaksanaan Funny Run 2026. Ia menjelaskan bahwa perubahan jarak dari 7K menjadi 5K turut memengaruhi penyesuaian hadiah bagi para pemenang.
“Maklumlah, baru kali ini kita buat event funny run,” ujarnya.
Terkait kekurangan medali, Efrin mengakui adanya kekeliruan dalam pendistribusian, meskipun panitia telah mempersiapkan medali berdasarkan jumlah peserta.
Ia mengatakan, panitia telah mencatat peserta yang belum menerima medali dan berjanji akan menyerahkan kekurangannya kepada peserta yang berhak.
“Kami mohon maaf atas kekurangan dalam pelaksanaan Funny Run Labusel ini. Kekeliruan terjadi dalam pendistribusian medali. Insyaallah, medali yang masih kurang akan kami berikan kepada peserta yang berhak menerimanya,” kata Efrin.
Adapun hadiah bagi juara pertama kategori umum dan pelajar, baik putra maupun putri, masing-masing sebesar Rp1 juta. Juara kedua memperoleh Rp800 ribu, sedangkan juara ketiga mendapatkan Rp600 ribu.
Menurut keterangan panitia, penyesuaian hadiah dilakukan setelah jarak tempuh yang semula direncanakan 7K berubah menjadi 5K.
Peserta Minta Panitia Lebih Matang
Keluhan juga disampaikan NS (14), peserta yang datang dari daerah tetangga. Ia menilai perubahan ketentuan pada hari pelaksanaan seharusnya dapat dihindari melalui persiapan dan koordinasi yang lebih matang.
Menurut NS, apabila perubahan memang tidak dapat dihindari, panitia semestinya menyampaikan informasi tersebut beberapa hari sebelum kegiatan berlangsung agar peserta memiliki waktu untuk menyesuaikan diri.
“Kalaupun diubah, ya seharusnya tiga hari sebelum hari pertandingan,” ungkap NS.
Ia berharap panitia Funny Run Labusel maupun penyelenggara kegiatan lainnya dapat menjaga konsistensi informasi dan tidak mengubah kesepakatan secara mendadak ketika acara sudah berlangsung.
“Saya berharap panitia Funny Run Labusel maupun penyelenggara kegiatan lainnya tidak mengubah kesepakatan awal saat acara sudah berlangsung. Kami datang sebagai peserta dengan harapan sesuai informasi sebelumnya. Kalau ketentuannya berubah pada hari pelaksanaan, tentu kami kecewa,” ujarnya.
Pelaksanaan Funny Run Labusel 2026 menjadi catatan bagi penyelenggara kegiatan olahraga di daerah. Kejelasan aturan, kepastian jarak tempuh, kesiapan medali, transparansi hadiah, dan koordinasi teknis perlu menjadi perhatian sejak tahap perencanaan hingga kegiatan berakhir.
Semangat olahraga dan kebersamaan tetap menjadi tujuan utama. Namun, penyelenggaraan yang profesional juga diperlukan untuk menjaga kepercayaan masyarakat. Evaluasi menyeluruh diharapkan dapat mencegah persoalan serupa terulang dalam kegiatan berikutnya.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Bupati Labuhanbatu Selatan Fery Sahputra Simatupang, Sekretaris Daerah M. Reza Pahlevi Nasution, Kepala Dispora Zulad, Wakapolres Labusel Kompol Moch Guntur Priyantoko, Kepala Dinas Infokom Iqbal, Kepala Bappedalitbang Kamal Siregar, serta Kepala Dinas Ketenagakerjaan Tommy Sandro Hutabarat.
(Nain)














