matanewstv.com
Sumedang –– Sejumlah warga Desa Jaya Mekar, Kecamatan Cibugel, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, mempertanyakan transparansi penggunaan Dana Desa tahun anggaran 2024.
Warga menyoroti proyek betonisasi jalan di Dusun Sirnagalih RT 02 RW 02 yang menyerap dana sebesar Rp200 juta, namun kini kondisinya sudah kembali rusak.
Menurut keterangan warga setempat, proyek jalan tersebut dinilai tidak jelas pelaksanaannya dan diduga tidak sesuai dengan anggaran yang dikeluarkan.
Mereka menduga adanya penyimpangan dalam realisasi proyek tersebut oleh pihak pemerintah desa (Pemdes).
“Pembuatan jalan beton ini tidak jelas, belum lama selesai tapi sekarang sudah hancur. Kami menduga ada yang tidak beres dalam penggunaan anggarannya,” ujar salah satu warga RT 02 RW 02 yang enggan disebut namanya.
Kekhawatiran warga tidak berhenti sampai di situ. Mereka juga mempertanyakan penggunaan anggaran sebesar Rp30 juta yang dialokasikan untuk pembangunan pagar.
Menurut pengakuan warga, dana tersebut sempat diserahkan kepada seorang tukang las bernama Adin. Namun, pihak perangkat desa kemudian mengambil kembali Rp5 juta dengan alasan akan digunakan untuk pembelian pot bunga.
“Kami heran, katanya uang lima juta itu untuk beli pot bunga, tapi sampai sekarang pot bunganya tidak ada. Ini uang negara, bukan milik pribadi,” tegas warga lainnya.
Warga Desa Jaya Mekar pun mendesak pihak pemerintah desa untuk memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat terkait penggunaan anggaran Dana Desa.
Mereka menilai pentingnya akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan dana publik.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Jaya Mekar belum dapat dikonfirmasi untuk memberikan klarifikasi atas dugaan penyimpangan anggaran yang disuarakan warga.
(Kontributor: A.Suherman SH/Redaksi)














