SUMUT đź”· matanewstv.com
MATANEWSTV.com | Medan – Dunia pendidikan di Kota Medan kembali mendapat sorotan tajam. Kondisi fasilitas di SMP Negeri 29 Medan dinilai sangat memprihatinkan dan jauh dari kata layak.
Hasil pantauan di lapangan menunjukkan banyak pintu kelas yang rusak, jendela pecah, hingga kamar mandi yang tak lagi layak digunakan.
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran terkait kenyamanan dan keamanan siswa dalam menimba ilmu di sekolah tersebut.
Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), yang sejatinya diperuntukkan guna menunjang operasional sekolah, meningkatkan mutu pembelajaran, serta memperbaiki sarana prasarana, diduga kuat tidak digunakan sebagaimana mestinya.
Justru, muncul dugaan adanya penyalahgunaan dana oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Menanggapi hal itu, aktivis pendidikan Sumatra Utara, Mhd Rafly, mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumut untuk segera memanggil Kepala Sekolah SMPN 29 Medan.
Ia menilai, indikasi penyelewengan dana BOS serta adanya praktik pemotongan gaji guru honorer harus diusut secara tuntas dan transparan.
“Berdasarkan hasil survei di lapangan, kondisi sekolah sangat tidak layak lagi. Pintu, kaca, hingga kamar mandi sudah hancur. Pertanyaannya, ke mana dana BOS itu dialokasikan? Apakah benar untuk pendidikan, atau justru menjadi ajang memperkaya diri?” tegas Rafly, Sabtu (27/9/2025).
Lebih lanjut, Rafly meminta agar Kejati Sumut tidak tebang pilih dalam menindak dugaan penyelewengan anggaran pendidikan.
Menurutnya, kasus ini menyangkut masa depan anak bangsa yang berhak mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak, aman, dan nyaman.
“Ini harus segera diusut tuntas tanpa pandang bulu. Dana BOS bukan untuk memperkaya pribadi, melainkan untuk menunjang pendidikan. Jika benar ada penyelewengan, aparat hukum wajib menindak tegas,” ujarnya.
Kasus ini menjadi perhatian serius masyarakat, khususnya pemerhati pendidikan di Sumatra Utara.
Publik menantikan langkah tegas aparat penegak hukum dalam menuntaskan dugaan penyelewengan anggaran yang seharusnya diperuntukkan demi kemajuan pendidikan di tanah air.
(A.yudi/Tim)















