Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaBisnis Dan EkonomiJakartaNasionalPelindo

Dua Tahun Kepemimpinan Prabowo, Arus Petikemas Pelindo Tumbuh 6,85 Persen

3
×

Dua Tahun Kepemimpinan Prabowo, Arus Petikemas Pelindo Tumbuh 6,85 Persen

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, MATANEWSTV.ID – Kinerja arus petikemas PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mencatat pertumbuhan 6,85 persen selama periode Januari–September 2026. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya aktivitas kepelabuhanan nasional di tengah upaya memperkuat konektivitas maritim dan daya saing logistik Indonesia.

Berdasarkan data kinerja hingga September 2026, total arus petikemas Pelindo mencapai 15,45 juta twenty-foot equivalent units (TEUs), meningkat dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebesar 14,46 juta TEUs.

Pertumbuhan ini mencerminkan perkembangan aktivitas bongkar muat petikemas, baik untuk kebutuhan distribusi domestik maupun perdagangan internasional. Kinerja tersebut juga menegaskan posisi strategis pelabuhan sebagai simpul penting dalam rantai pasok dan perdagangan nasional.

Sekretaris Jenderal Serikat Pekerja IPC TPK, Dr. (c) Novriansyah, ST, MM, CDM, menilai momentum dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat fondasi ekonomi nasional, meningkatkan daya saing perdagangan, serta mendorong transformasi sektor logistik.

Menurutnya, sektor kepelabuhanan memiliki peran strategis dalam menghubungkan aktivitas ekspor-impor, memperlancar distribusi barang antardaerah, serta mendukung pergerakan rantai pasok nasional dan internasional.

Berdasarkan rincian kinerja Pelindo, pertumbuhan arus petikemas terjadi pada segmen domestik dan internasional.

Arus petikemas domestik meningkat dari 7,71 juta TEUs pada Januari–September 2025 menjadi 8,02 juta TEUs pada periode yang sama 2026. Angka tersebut tumbuh sekitar 4,02 persen.

Sementara itu, arus petikemas internasional meningkat dari 6,75 juta TEUs menjadi 7,43 juta TEUs atau tumbuh sekitar 10,07 persen.

Pertumbuhan segmen internasional yang lebih tinggi menunjukkan pentingnya peran pelabuhan dalam mendukung pergerakan barang lintas negara. Di tengah persaingan perdagangan global, kapasitas terminal, efisiensi operasional, kualitas pelayanan, dan konektivitas antarpelabuhan menjadi faktor penting dalam memperkuat posisi Indonesia pada jaringan logistik regional maupun global.

Baca juga   Polres Aceh Tenggara bongkar 72 kasus narkoba, amankan 139 tersangka, dan selamatkan lebih dari 42 ribu jiwa dari bahaya narkotika.

Dari total arus petikemas Januari–September 2026, segmen domestik berkontribusi sekitar 51,9 persen, sedangkan segmen internasional mencapai 48,1 persen.

Komposisi tersebut menggambarkan peran pelabuhan Indonesia sebagai simpul distribusi antarpulau sekaligus pintu gerbang perdagangan internasional.

Sebagai operator kepelabuhanan nasional, Pelindo menghadapi tantangan untuk memastikan peningkatan volume arus barang berjalan seiring dengan produktivitas, efisiensi, keandalan layanan, dan integrasi sistem logistik.

Penguatan konektivitas pelabuhan dari Sabang hingga Merauke menjadi salah satu aspek penting dalam membangun sistem logistik yang terintegrasi. Konektivitas yang semakin baik diharapkan dapat memperlancar distribusi komoditas, mendukung kebutuhan industri, serta meningkatkan efektivitas pengiriman barang antarpulau dan antarwilayah.

Selain pembangunan infrastruktur, transformasi digital, optimalisasi kapasitas terminal, integrasi layanan, serta koordinasi antarpemangku kepentingan dinilai penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepelabuhanan.

Upaya tersebut juga perlu diiringi peningkatan keselamatan operasional, kepastian layanan, dan efisiensi biaya logistik agar manfaat pertumbuhan arus barang dapat dirasakan lebih luas oleh pelaku usaha maupun masyarakat.

Tujuh Faktor Penopang Pertumbuhan

Pertumbuhan arus petikemas dipengaruhi sejumlah faktor strategis yang saling berkaitan.

Faktor tersebut meliputi peningkatan aktivitas ekspor dan impor, penambahan rute serta kunjungan kapal, pertumbuhan industri dan kawasan ekonomi, peningkatan kapasitas dan kualitas layanan terminal, pembangunan proyek strategis nasional, penguatan konektivitas antarpulau, serta integrasi sistem dan efisiensi logistik.

Sinergi pemerintah, operator pelabuhan, perusahaan pelayaran, pelaku usaha, sektor industri, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi faktor penting untuk menjaga kesinambungan pertumbuhan tersebut.

Novriansyah menilai capaian arus petikemas tidak semata-mata diukur dari besarnya volume bongkar muat. Kinerja kepelabuhanan juga perlu dilihat dari kontribusinya terhadap kelancaran perdagangan, produktivitas industri, kapasitas infrastruktur, kualitas layanan, dan efektivitas rantai pasok.

Baca juga   Polrestabes Medan Ungkap Jaringan Narkotika di Cafe Terbul Pancur Batu, 5 Karyawan Jadi Tersangka

Ke depan, tantangan sektor kepelabuhanan bukan hanya meningkatkan volume arus barang, tetapi juga membangun ekosistem logistik yang kompetitif, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Pelabuhan diharapkan berkembang melampaui fungsi sebagai tempat kapal bersandar dan aktivitas bongkar muat. Infrastruktur ini juga harus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi, mempercepat distribusi, mendukung industrialisasi, serta membuka peluang perdagangan yang lebih luas bagi produk Indonesia di pasar internasional.

Pertumbuhan arus petikemas Pelindo hingga September 2026 menjadi momentum untuk memperkuat produktivitas, inovasi pelayanan, konektivitas maritim, transformasi digital, dan kolaborasi lintas sektor.

Dalam konteks dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, penguatan sektor kepelabuhanan menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya saing Indonesia. Pelindo memiliki posisi strategis dalam mendukung kelancaran arus perdagangan dan memperkuat konektivitas maritim nasional.

Pada akhirnya, keberhasilan sektor kepelabuhanan tidak hanya ditentukan oleh besarnya arus petikemas yang ditangani, tetapi juga oleh kemampuannya menekan inefisiensi, memperkuat hubungan antardaerah, mendukung aktivitas industri, dan menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

Pelabuhan yang andal, logistik yang efisien, dan konektivitas yang terintegrasi menjadi fondasi penting bagi Indonesia untuk memperluas jangkauan perdagangan serta memperkuat posisinya dalam perekonomian dunia.

Pelindo Menghubungkan Negeri, Mendorong Pertumbuhan, Memperkuat Indonesia.

Penulis: Dr. (c) Novriansyah, ST, MM, CDM

Sekretaris Jenderal Serikat Pekerja IPC TPK.

(Fs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *